Sejarah Singkat
SMP Negeri 10 Tasikmalaya merupakan alih fungsi dari sekolah yang didirikan pada zaman Belanda dengan nama AMBACH SCHOOL yang berganti nama menjadi Sekolah Teknik (ST). Lalu pada tahun 1992 beralih fungsi menjadi SMP Negeri 10, yang merupakan perubahan dari Sekolah Teknik (ST) 1, 2, dan 3, yang merupakan Keputusan Mendikbud RI Nomor 0241/O/1992 tanggal 15 Mei 1992, tentang perubahan bentuk ST menjadi SMP. Sebagai kepala sekolah pertama dijabat oleh Bapak YOYO DARYO selama tahun 1993-2001.
SMP Negeri 10 Tasikmalaya berdiri di atas tanah milik pemerintah seluas 4.160 m² yang berlokasi di Jalan Wiratanuningrat, Kecamatan Tawang. Seiring dengan perkembangan, jumlah ruangan dan siswa pun semakin bertambah, dan hingga saat ini jumlah ruangan kelas yang dimiliki adalah sebanyak 33 ruangan.
Tahun pelajaran 2024/2025 ini SMP Negeri 10 Tasikmalaya membina sebanyak 1043 peserta didik yang terbagi ke dalam 33 rombongan belajar dengan masing-masing 11 rombongan belajar untuk kelas VII, 11 rombongan belajar untuk kelas VIII dan 11 rombongan belajar untuk kelas IX. Setiap ruang kelas menampung rata-rata sebanyak 32 peserta didik.
SMP Negeri 10 Tasikmalaya kini memiliki guru sebagai tenaga pendidik dan tenaga administrasi sekolah yang cukup memadai. Jumlah guru PNS sebanyak 42 orang dan 8 orang guru hoonorer. Jumlah tenaga administrasi sebanyak 11 orang yang terdiri dari 3 orang PNS dan 8 orang non PNS.
Ruang perpustakaan refresentatif, demikian juga dengan laboratorium IPA dan komputer. Sekolah memiliki 33 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang tenaga administrasi sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang BK, 1 gedung Masjid, 1 ruang UKS, 2 WC guru, 13 ruang WC siswa, 1 pos keamanan, 3 lokasi kantin.